Aku Jauh Dari Sadar

Monday, December 5, 2011

Selama ini mungkin aku berada antara sadar atau tidak sadar. Itu sebuah pernyataan yang hampir mirip dan sulit di bedakan. Aku sadar betapa aku mencintainya. Tapi aku juga sadar betapa bodohnya aku mencintainya, mungkin saja ia tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Di sisi lain terkadang aku tak sadar akan hal ini. Tapi di sisi satunya aku benar-benar sadar. Aku begitu bingung untuk menjelaskannya. Saat ini mungkin itu terlihat abstrak tapi mungkin jika aku sudah berada pada saat yang tepat mungkin dia akan mengerti, mungkin semua juga akan berubah saat aku mencoba untuk merubahnya, dan mungkin juga hanya waktu yang akan mengantarkan ke-abstrakkan ini untukku. 

Aku Sangat Takut

Monday, November 28, 2011

Terlintas aku sangat takut. Entah apa itu, aku bingung, aku mencoba untuk mencari semua jawaban yang ada. Ini begitu susah, rasanya aku tidak akan pernah mendapatkannya. Berhari-hari ini terjadi, menguras pikiranku lagi. Tentang apa yang aku harus takuti?
Hari ini bersamaan dengan Aku Masih Bersinar. Ku temukan jawabannya. Aku begitu takut menghadapi rintangan - rintangan yang akan datang. Aku begitu takut untuk hari esok, untuk bulan depan, untuk tahun depan. Aku begitu takut membayangkan kehidupan ini. Aku begitu takut untuk melakukan sesuatu lagi. Aku begitu takut jika aku tak dapat melakukan apapun. Aku begitu takut akan bayangan itu. Bayangan yang selalu menggangguku, begitu nyata, begitu jelas. Itu membuat pikiranku kacau, tidak dapat ku tompang lagi pikiran ini. Begitu berantakan.
Entahlah apakah aku harus terus begini. Jika itu benar maka hadapi saja. Jika itu salah tetap untuk hadapi untuk menjadikannya lebih baik. Aku hanya harus menjalani hidupku seperti biasa itu kuncinya. Anggap saja itu tidak ada, begitu mudah bukan?

Hidup ini begitu indah, tidak perlu di takuti, tidak perlu untuk mengurung diri. Karena sesungguhnya hidup ini adalah sebuah karunia yang begitu luar biasa.

Aku Masih Bersinar

Hari ini, esok dan seterusnya aku akan masih tetap bersinar. Aku berusaha untuk melakukan  segala yang aku hadapi dengan baik walaupun itu sesekali menyakitkan. Aku berusaha untuk memelihara segala yang aku miliki dengan baik walaupun itu sangat susah. Aku berusaha untuk mencari jalan terbaik yang akan menjadi kehidupan ku di masa depan.  
Satu lagi nilai kehidupan yang begitu membuatku sadar. Tersadar dari dalamnya jurang yang di penuhi dengan beribu-ribu batu tandus. Betapa lamanya aku baru tersadar, apakah selama ini aku terbius oleh indahnya dunia secara kasat mata? Terbius oleh ego ku sendiri. Terbius oleh hal-hal yang terucap dari orang lain dan belum tentu itu benar. Tapi kini, saat ini aku sedang tidak terbius, aku sadar seutuhnya, aku sadar apa yang telah terjadi, apa yang telah mengurungku selama bertahun-tahun.
Rintangan ini tidaklah begitu mudah. Terkadang aku harus menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikannya.  Terkadang rintangan itu datang silih berganti tanpa member senggang waktu untukku. Dan Terkadang pula membuat putus asa, membuatku lemah, membuatku tenggelam dalam jurang lagi. Tidak untuk saat ini. Walaupun aku terbiasa dengan hal itu. Tapi tidak untuk saat ini. Dan tidak untuk seterusnya.

Matahari bersinar terang layaknya sinarku. Ia menghangatkan seluruh alam ini layaknya sinarku. Ia memberikan penerangan layaknya sinarku.  Dan memberikan kehidupan layaknya sinarku.

Apakah Aku Akan Bersinar?

Friday, November 25, 2011

          Apakah aku akan bersinar? Itulah kata-kata yang terus ku dengungkan setiap saat. Aku tak bisa terlepas total dari kenyataan yang telah mengurungku selama bertahun-tahun. Kegelapan ini sungguh membuatku tak berdaya, begitu rentan, begitu lemah, bahkan aku tak dapat menentukan jalanku. Terkadang sinar itu datang, tapi tidak lamapun lenyap dengan cepat. Aku berusaha untuk mencarinya, berusaha untuk terus menyalakannya. Tapi aku tak mampu. Aku tak mampu untuk mempertahankan sinar itu setiap saat.
            Betapa bodohnya aku, mengapa aku harus mencari sinar itu? Aku tak perlu untuk melakukan itu semua. Aku dapat membuat sinarku sendiri, aku dapat menyinari diriku sendiri dengan sinarku. Dan tentunya sinar ini akan selalu ada sisiku. Membuat sinarku sendiri itu lebih mudah dari pada mencari sinar orang lain dan mengambilnya. Lantas bagaimana aku bisa membuat sinarku? Sejujurnya sinar itu sudah ada, aku tidak perlu bantuan orang lain untuk membuat sinar ku, tidak perlu percikan sinar-sinar lainnya, ataupun harus mengambil sedikit sinar lainnya untuk menghidupkan sinarku. Sinarku sudah menyala sejak dulu. Itu tampak kecil, karena tidak pernah ku pakai atau ku lihat sebelumnya. Tapi kini, mulai saat ini, aku harus mencoba untuk memakai sinarku sendiri. Memakai sinar yang hampir saja lenyap. 

Sinarku akan bersinar. Sinarku akan menerangi jalanku dan sinarku akan memusnakan kegelapan di hadapanku

Penyesuaian Diriku

Monday, November 21, 2011

            Terkadang rasa lelah ini menggerogoti badanku. Capek, lelah, lapar, dan haus kadang harus ku tunda beberapa saat. Ini bukan karena aku harus menghadiri acara penting tapi untuk menyelesaikan beberapa tugas kuliahku saat ini. Ini begitu berbeda dengan tugas-tugas yang sebelumnya ku anggap mudah layaknya di SMA. Ini menyita semua pikiran dan fisikku. Aku berusaha untuk tidak membuang waktu dengan sia-sia. Itu karena ku tahu bahwa waktu itu dapat ku kendalikan dengan baik. Terkadang jika aku hanya menyelesaikan beberapa tugas dalam sehari itu membuatku tidak merasa puas, dan aku harus menyelesaikan tugas-tugas itu secepatnya, untuk berjaga-jaga jika mungkin ada tugas tambahan dalam bentuk tugas dadakan. Ya, begitulah namanya kuliah, kita harus selalu memanfaatkan waktu-waktu luang ini semaksimal mungkin.
            Mulai minggu ini, mungkin tugas-tugas akan banyak diberikan karena berhubung telah di mulainya praktikum-praktikum mipa. Aku tidak mempermasalahkan tentang jalannya praktikum, tapi untuk membuat laporan praktikum itu sangat menyita banyak waktu, maklum ini adalah pertama kali aku membuat sebuah laporan praktikum. Ini lebih sulit dari pada membuat sebuah karya ilmiah menurutku. Aku tidak pernah lembur malam ataupun tidur di atas jam tidur biasaku untuk menyelesaikan tugas-tugas ini, karena kupikir jika aku tidur di atas jam tidurku biasa ini akan membuatku tampak lelah di pagi harinya, well semangat untuk kuliahpun agak menurun dan tentunya akan menghambat masuknya pelajaran-pelajaran hari itu. Jadi kuputuskan saja untuk tidak lembur.  Aku harap aku akan terbiasa dengan keadaan ini secepatnya, karena itu akan lebih baik untuk menyesuaikan dengan diriku. 

HIdup Itu Luar Biasa

Saturday, November 19, 2011

Source

        Terkadang hidup itu memang berat. Membuat kita hampir menyerah. Tapi berusahalah untuk selalu melakukan yang terbaik. Terkadang hidup itu membuat kita selalu lemah. Tapi berusahalah untuk bangkit dari kegelapan. Percayalah kepada Tuhan sebagai pelindung, pencipta dan ada di dalam diri kalian masing-masing. 
            Hidup Itu Luar Biasa. Hidup itu memang luar biasa. Jika ada orang yang berkata hidup itu biasa saja, ia salah. Hidup itu penuh dengan rahasia. Berbagai rahasia tersembunyi berabad-abad yang lalu hingga saat ini. Bukalah sedikit demi sedikit rahasia itu. Yakinlah bahwa kalian merupakan kuncinya. Dengan itu kalian akan dapat memaknai hidup ini dengan penuh warna. Warnailah kehidupan kalian melebih warna pelangi, bila perlu buatlah suatu warna yang akan menambah warna-warna tersebut.        
            Jalani hidup ini, jalani diri sendiri, jalani warnamu, dan jalani senyumanmu. Karena sesungguhnya hidup ini adalah karunia yang sangat luar biasa yang mungkin belum tentu di miliki untuk seterusnya. Aku pun mulai sekarang akan memaknai hidupku lebih lagi, mencari berbagai pengalaman yang tersembunyi, mencari persahabatan, mencari jawaban akan semua hidup ini. Hargai hidup ini, hargai hidup manusia lainnya karena kita semua sama, tanpa terkecuali. Jauhi perang, dekatkan persahabatan karena itu sesungguhnya akan membawa kita menuju zaman keemasan, 

Menjadi Diri Sendiri Lebih Menyenangkan

“Aku ingin masyarakat menerima diriku, tapi kenyataan aku tidak dapat menerima diriku sendiri”


            Aku terlahir sebagai manusia yang mempunyai karakteristik yang tentunya berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan ini terkadang membuatku terisolasi dari sekitarku. Aku begitu lemah untuk menerima keadaanku, begitu kacau untuk mengendalikan diriku sendiri saat ini. Aku tak pernah berhenti bepikir akan hal-hal negative tentang diriku sendiri. Entah mengapa aku selalu merendahkan diriku sendiri. Berdiam diri adalah jalan utama untuk ku jika sudah mulai terisolasi dari sekitar. Aku ektase, tidak sadar akan apa yang terjadi.
            Aku merasa diriku lemah, tidak berdaya, begitu terisolasi dari zaman ini. Sehingga aku hanya aku saja yang mengerti bagaimana diriku, apa yang harus kulakukan dan mengapa. Aku terdang termenung, bagaimana jika aku merubah prinsip hidup ini. Itu terlintas sesaat saja, selanjutnya akan terlupakan berlahan-lahan. Setiap saat, setiap hari pikiranku kacau. Di hantui rasa bersalah yang sangat besar, aku tidak tau apa salahku selama ini? Sehingga membuatku seperti ini.
            Menjadi diri sendiri lebih menyenangkan sepatah kata yang sering dikatakan orang. Entah hanya sebagai kiasan atau benar-benar di terapkan. Tidak dapat di pungkiri, kebanyakan yang aku lihat tidak seperti dirinya sendiri. Secara kasat mata mungkin mereka memang dirinya sendiri, tetapi jika itu di rasakan dari sisi lain, aku pikir mereka terlalu jauh dari diri mereka sendiri. Entah mengapa itu yang aku rasakan, itu terlalu membuatku pusing untuk memikirkan lebih rinci lagi antara perbedaan setiap orang yang aku jumpai.  
            Manusia terlahir dengan berbagai bakat dan kemampuan yang dia miliki. Bakat itulah yang akan membawa ia menuju kehidupan depan, dimana ia bisa mengelola semua kemampuannya dalam suatu proses sehingga akan bermanfaat bagi dirinya sendiri. Tapi kini aku berpikir tentang diriku sendiri, apakah bakat dan kemampuanku ini akan terealisasikan?.  Mungkin saja, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.
            Terkait dengan itu, bakat dan kemampuan yang kita miliki seharusnya di latih dan di kembangkan dengan teratur. Tapi pada kenyataanya sebagian besar tidak menyadari telah meninggalkan keharusan itu. Aku tersipu malu jika mendengar hal ini. Sungguh jiwaku bergitu bergetar dan jangtung ku berdetak keras. Walaupun aku hanya menjadi seorang pengamat, tetapi aku begitu merasa bersalah. Mungkin karena itulah sebabnya. Mereka meninggalkan bakat dan kemampuannya untuk mencari hal lain yang berbeda dari diri mereka. Aku juga begitu, aku begitu egois terhadap diriku sendiri, sehingga kesadaranku terambil alih. Selama ini aku meninggalkan rumah ‘diriku sendiri’ begitu jauh. Tapi saat ini aku telah kembali kerumah ‘diriku sendiri’. Seperti seorang anak yang telah pergi bertahun-tahun dan akhirnya bertemu dengan ibunya sendiri. Rasa ini jauh lebih besar.
            Aku begitu merasa nyaman, bebas, bahagia, damai. Pikiranku juga mulai terkendali. Aku sudah dapat menerima keadaanku. Menerima berbagai macam bakat dan kemampuan yagn telah diberikan oleh Tuhan. Aku lega akhirnya pencarian ini selesai dan aku bisa kembali untuk meneruskan sesuatu yang sudah tertunda.
            Bagaimana ini dapat terjadi, pada kenyataannya aku tidak begitu yakin jika menjadi diri sendiri lebih menyenangkan. Tapi kemudia aku berpikir, tidak mungkin kita akan merubah keadaan ini begitu saja, tidak mungkin kita mengubah segala sesuatu sesuai dengan keinginan kita hanya dengan sekejap mata. Aku hanya berpikir rasional, untuk apa aku harus mengubah diriku sendiri jika itu hanya untuk keegoisan diriku sendiri. Mengubah diriku seperti orang lain, meniru ataupun menjiplak semua sisi tentang dia. Mungkin itu akan mudah, tetapi sejujurnya itu akan membuat diri kalian merasa lelah.
       Hargailah semua yang telah Tuhan karuniai kepada kalian, tugas kalian hanya melatih dan mengembangkannya saja. Percaya kepada diri kalian sendiri itu akan mudah untuk dilakukan. Percaya bahwa kalian akan bersinar melebihi siapapun. Percayalah bahwa diri kalian ada di sini untuk melakukan sebuah tugas penting di bumi ini. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...